[FF CHAPTER] Kiss Me Part 2

kiss me cover

HALOHA

Mrs.Jinki si Author Abal ini comeback!

Kali ini dengan Lanjutan Kiss Me Part 2!!!

Sekali lagi mrs. Ingatin, FF INI SEKEDAR KISSING! GA LEBIH!!! *di part ini kebetulan ga ada adegan kissing sih*

SIP! LANGSUNG MAKAN PART 2 NYA!! CEKIDOT!

 

SILENT READER? GO AWAY!

JANGAN LUPA COMMENT YA!

Selamat membacaa XD

————————————————————————————————————

Judul                     : Kiss Me

Main Cast             : Kim Ki Bum atau Key (lagi-lagi di sini kebanyakan dipanggil Key)

Choi Min Ji (OC)

Support Cast       : Find it by yourself

Genre                   : Fluff, Romance, Family

Length                   : Chapter

Rating            : PG

———————————————————————————————————–

Min Ji POV

“Tidak tahu hmm?” ujar namja bernama Key itu sambil mulai menyentuh bibir merahku dengan jemari dinginnya “Benar-benar tak tahu?”

Tolong,,, Menjauhlahh,, Nada tenor nan sexy itu sungguh membuatku merinding.

“I,,,”

Chu~

A,,,Apa Ini?

“Kau sudah mengerti tugas mu?” bisiknya dengan suara yang teramat rendah di daun telinga ku, membuatku geli dan merinding.

Ci,,, Cium?

Hmm,, Pahit, dingin, dan sedikit memabukkan. Hey? Apa yang sedang ku pikir kan? Heloo! Kembali ke alam sadarmu Min Ji!!!

“Ehmm,, Y,,Ya”

“Baguslah kalau begitu” ujarnya sambil berlalu pergi.

Setelah kurasa tak ada lagi tubuh yang menghimpit, aku pun mulai berani membuka mataku. Menatap kabur sebuah punggung sempit yang berlalu pergi.

                Tap,,Tapp,,

“Ah Iya,,,” ujarnya sambil menghentikan langkah dan mulai berbalik menghadapku lagi.

Lagi-Lagi, Mata itu,,  Mata elang yang seolah menghisap ku, Memperdaya dan membuatku seolah akan melakukan apapun yang diminta.

“Apa kau masih belum mengingatku?”

“E,,eh?”

“Kita pernah bertemu sebelumnya bukan? Kau lupa?”

“A,,Aku orang pelupa, apa kau teman sekolah ku?”

“A,,Ah Lupakan. Aku ingin kau mengingatnya suatu saat nanti. Kamar mu ada di samping kamar ku. Anggap saja ini rumah sendiri. Senang bertemu denganmu ‘lagi’ Min Ji-ssi” ujarnya sambil menekankan kata ‘lagi’ dan berlalu pergi.

Tap,,Tap,,

                BLAM

“Hahh” hela ku.

Aku kembali memutar otakku, kapan aku pernah bertemu dengannya? Aku rasa ini pertama kalinya menatap tatapan elang itu.  Apa dia orang dari masa lalu ku? Tapi,,, siapa?

“Kim Ki Bum,, nama itu terasa familiar. Tapi, dimana?” pikir ku lagi sambil membawa barang-barang dan memasuki kamar tepat di samping ruangan yang ia masuki tadi.

BLAM   

Min JI POV End

.

.

Author POV

                TUK,,TAKK,,

“Ahh,, Bunyi ap”

“Ah? Eh? Apa aku mengganggu mu?” tanya Min Ji sambil menghentikan sejenak aktivitasnya. Jujur, masih ada tersisa ketakutan di hatinya.

“Sedikit. Kau ngapain?”

“Ah, Mian. Aku sedang memasak makan malam, Kau Mau?”

“Makan malam? Lupakan, aku tak pernah makan malam” ujar Key sambil berlalu menghampiri kulkas 4 pintu berwarna hitam itu “Hei! Kemana semua White Wine ku?”

“White Wine? Ah! Mi,,,Mian,, ta,,tadi aku memindahkannya”

“Gwenchana. Kau memindahkannya kemana? Hya! Kau masih takut padaku? Santai saja! Aku tak akan memakanmu cantik!” goda Key sambil berjalan menuju Min Ji yang tengah membelakanginya “ Hya! Tatap mataku!”

“Eungg” degung Min Ji sambil menatap takut-takut mata Key.

Dan disitulah mata elang dan mata Belo bening itu bertemu.

“Hmm,, Aku rasa kau perlu ‘bekerja’ sekarang Min Ji-ah”

“Eungg?” degung Min Ji lagi ketika Key mendekatkan wajahnya.

Dekat,,,

Dekat,,

Entah bagaimana, tapi ketika wajah itu mendekat, mata Min Ji seakan otomatis tertutup pasrah,

Dekat,,,

Hahh,, Hembusan nafas hangat itu mulai terasa, membuat suhu muka Min Ji meningkat drastis.

“Ah, Masakanmu” ujar Key sambil menyeringai, menjauhkan wajahnya.

“eh? Ma,,Masakan?” tanya Min Ji sambil membuka matanya. Mencoba kembali ke kehidupan sadarnya “EH? MASAKAN? MASAKANKU!!!! HUA!! GOSONGG!!!”

“Haha. Dimana White Wine nya?” ujar Key tertawa kecil.

“MASAKANKU GOSONG!! HUAA!!! Eh?? White Wine?? Di sana” ujar Min Ji sambil menunjuk panik.

“HUA! OTTOGACHI?? Bagaimana rasanya ini?” ujar Min Ji sambil mematikan kompor dan mencicipi masakannya melalui sendok perlahan

                Slrrrupp,

“Eungg”

“Tinggal diitambah sedikit gula dan garam saja” ujar Key setelah ikut mencicipi(?) sambil berlalu, mengambil sebotol white wine dan membukanya, menuangkannya ke dalam cangkir antik berleher panjang.

Lagi-lagi Min Ji hanya bisa terpaku, Ba,,Bagaimana bisa? Jarak bibirnya dan bibir key sangat dekat! Hey!! Sendok itu kecil! Dan Space nya juga sempit!!!  Bahkan ujung bibir key ‘sedikit’ menyentuh bibir Min Ji, ketika ikut mencicipi. Membuat lagi-lagi ‘benda’ yang ada jauh di dalam hati Min Ji berdetak lebih cepat.

DEG,,DEG,, DEG,,

“Aku tahu aku ganteng, Tapi aku rasa ini bukan saat yang tepat untuk memandangiku. Cepat tambahi gula dan garamnya” ujar key sambil menarik sudut bibirnya, senyum sinis khas nya sudah tercetak di sana.

“E,,Eh? A,,Arasseo” ujar Min Ji terburu-buru setelah terbangun dari alam fantasinya

Key yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil dan menyeruput kembali white wine nya “Kau lucu” bisiknya sambil menahan tawa

.

.

“Jadi, apa rencana mu sekarang hyung?” tanya taemin sambil menuangkan sedikit white wine ke cangkir Key.

“Molla,”

“Sebenarnya apa alasan mu menyewa nya? Dia hanya gadis kampung yang yah,, sedikit manis”

“Jangan katakan hal buruk ttg dia taeminnie. Atau orang lain akan duduk menggantikanmu besok” ujar Key menatap Taemin dengan tatapan elang nya. Membuat Taemin sedikit bergidik

“Mian hyung” ujar Taemin sambil menunduk, ini pertama kalinya Key memarahi dan menatapnya seperti itu. Sebenarnya ada apa dengan gadis itu? “Geundae, Memangnya gadis itu siapa hyung? Dia berbeda dengan yeoja mu sebelumnya. Bukankah Yeoja sexy berkaki jenjang adalah selera mu?”

“Kau tak tahu apa-apa. Sekarang pulanglah, sudah malam” ujar Key sambil membalikkan kursinya. Menutup matanya sejenak dan menghembuskan nafas gusar.

“Baiklah hyung. Jumuseyo”

BLAAAAMM

Setelah mendengar suara tutup pintu itu, Key pun kembali membuka matanya. Menatap sendu langit-langit ruangan kerja nya itu.

“Hahhh.,,” helanya sambil membalikkan kursi. Menarik daun laci antik nya dan mengambil sebuah foto usang dari sana.

Tersenyum sambil membelai pelan gambar seorang gadis manis yang tersenyum ceria

“Aku dilema Min Ji-ah. Bagaimana kalau kau mengingatku nanti? Apa kau akan membenciku? Memukulku? membunuhku?” bisiknya lirih.

Tes,,,

Tes,,,

“Ah? Apa aku menangis?” ucap Key tak sadar sambil mengusap bulir itu. “Mungkin sedikit white wine bisa menenangkanku”

———————————————————————————————————————

                “Seingatmu kau terpisah dengan orangtua mu dimana?”

                “A,,Aku Ter,,Terpisah di mesin air soda itu” ujar seorang namja berpipi tirus sambil menunjuk sebuah counter soda.

                “Kalau begitu, ayo kita cek ke sana!” ujar seorang yeoja berkepang dua sambil menarik tangan si namja kecil.

                Tap,,Tap,,

                “Ahh!! I,,,Itu eomma!”

                “Dimana? Dimana?” tanya yeoja itu saat mendengar pekikan terkejut namja tadi.

                “Ummaa!!!!” teriak namja itu sambil berjalan pergi, melepaskan genggaman erat tangannya dengan yeoja tadi.

                “Hey! Tunggu aku!”

 

Diharapkan Kepada semua penumpang kereta api untuk berhati-hati dan tidak berdiri di depan garis kuning. Kereta api akan datang sebentar lagi

 

“Min Ji!!!” teriak sebuah suara samar-samar, kepadatan dan keriuhan kondisi stasiun membuat suara itu teredam. Hingga Yeoja yang dipanggil min ji itu tidak mendengarnya,

TUTT,,TUTT,,TUTT

 “Hey! Tunggu aku!” ujarnya masih mengejar namja kecil tadi. Namja itu menyebrangi rel dengan cepat ingin rasanya ia bertemu dengan eommanya yang sudah melambai dari kejauhan.

“MIN JI! APA YANG KAU LAKUKAN DI REL!!!” ucap suara tadi dengan volume yang tidak bisa dikatakan pelan. Membuat pendengaran Min ji sedikit terusik.

TUT,,,TUTT,,,

“Appa??”

“MIN JI!!! LARII!!! LARII!!!! AWAS ADA KERE,,,”

CKITTT

BRUKKK

“APPAAAAAAAAAAA!!!!!”

 

 

“Eung,, APPAA!!! APPAAAA!! Gajimara!! Appaaa!! Appaaa!!! App..”

Min Ji membuka matanya paksa. Ahh,,, Lagi-lagi kenangan buruk itu,,,

“Akhhhh,, Lagi-lagi aku Mimpi buruk” ujarnya sambil bangkit berdiri. Mengelap sedikit keringat dingin yang membasahi tubuhnya. “Hikss,, Appaa,,”

“Hahh,, Hahh,,” Hela nya. Mungkin sedikit air dingin bisa membantunya

.

                TAPP,,,TAPP,,

Seorang gadis berperawakan mungil menapaki lantai dingin itu gontai. Masih ada sisa debaran di hatinya saat mengingat mimpi buruk itu. Ani, bahkan ia ingin melupakan kejadian itu selamanya.

GLUP,,GLUP,,GLUP,, Hahhh” Helanya setelah puas menelan segumpal air dingin yang mungkin bisa ikut membantu mendinginkan hatinya. Gadis itu pun kembali berjalan gontai menuju kamarnya, ketika sudut mata belo nya menangkap sebuah siluet di ruang tamu. Penasaran akan apa yang terjadi di sana, Gadis itu pun segera menyambungkan langkahnya menuju ruang tamu.

“Kau belum tidur Key-ssi?”

“A,,Ah? E,,Eh? Hikk,, Hikk, Mi,, Hik,, Min Ji?” ujar namja yang dipanggil key itu. Kadar White Wine yang lebih banyak dari biasanya membuatnya melontarkan cegukkan ringan.

Gadis yang di panggil Min Ji pun segera mendekati Key.

“Kau mabuk?”

“A,, Hik,, Aniyo, Hik

“Ayo ku antar ke kamar, kau sepertinya mabuk” ujar Min Ji sambil memapah Key, menghiraukan segala racauan key

.

*Kamar Key*

Hik,, Kau,, Be,, Hik, Begitu, Hik,,, Begitu Baik,,, Hik,,, Gumawo”

“Ne, Sekarang Tidurlah” ujar Min Ji sambil menyelimuti Key dengan selimut tebal sedada, Mengusap pelan kumpulan tebal hitam berhighlight biru tua itu lembut. Kini tak ada lagi ketakutan di hatinya, ia mulai terbiasa menatap mata elang itu.

Hik,, Mi,, Hik,, Min Ji-ah”

“Ne?”

Hik,, Mi,, Mian”

“Wae? Mian untuk apa?”

“Zzzzzz….”

Key yang sepertinya sudah tidur membuat Min Ji sedikit berpikir keras. Mian? Mian untuk apa?

———————————————————————————————————————-

*esok harinya*

                BRAKKKKK

“Keluar” ujar seorang namja tampan bersudut mata tajam itu sambil menutup matanya.

“Ta,,Tapi,, Anda harus menandatangani kontr..”

SRRRRINNGG

Jangan Pernah coba bangunkan singa yang tertidur. Itulah pepatah yang cocok untuk seorang namja paruh baya yang tengah terdiam kini. Membeku ketika di hujani tatapan maut si singa.

“Ku beri kau waktu 5 detik Shin Jae. Satu”

“Ta,,Tapi”

“Dua,”

“Kau harus me,,menanda..”

“Tiga”

“Kau memberhentikan rapat, ja,,ja”

“Empat”

“A,,Araseo” bisik namja tua yang dipanggil shin jae itu sambil melangkah pergi. Tak ada fungsinya dia membujuk namja penguasa itu, Sekali singa tetap Singa.

BLAMMM

“Lima. Hahhhh,,” hela nafas namja penguasa sambil kembali menutup matanya, Membuat sedikit decitan di kursi empuk singgah sana nya.

“bad mood Key hyung?” tanya Taemin sambil mengubah suhu temperatur ruangan itu. Mungkin sedikit suhu dingin bisa ikut mendinginkan kepala hyungnya.

“Emmm” gumam namja yang di panggil key itu masih menutup matanya, melipat tangannya ke dada, dan memperbaiki posisi kakinya yang kini bersilang indah di atas meja singgah sana nya, mencari posisi yang nyaman untuk beristirahat setidaknya untuk beberapa menit.

“Baiklah, Aku pergi hyung” ujar Taemin ketika melihat tingah laku hyungnya itu. Ia hapal betul arti dari tabiat hyungnya.

BLAMM

“Ughh,,” ringis key sambil memijit lembut pelipis nya. Masih tersisa rasa pusing menjalar di kepalanya. Ya! Rasa pusing yang ditinggalkan 5 botol white wine semalam.

Merasa tak bisa tidur, Key pun membuka matanya, Menatap sejenak langit-langit ruangan kantor nya itu. “Hahh,, Kau tau Min Ji? Bahkan sejak bertemu lagi dengan mu, aku makin menyukaimu. Tapi, akankah kau akan membalas perasaanku jika ingatanmu kembali?”

.

.

TING,,,TONG,,,

“Ne,,, Chakkaman!” ujar Min ji sambil melepaskan apron pink bergambar beruang dari tubuhnya, berjalan terponggoh seraya membuka pintu.

KLEK

Sebelum Min Ji berhasil membuka pintu, Rupanya pintu itu telah terbuka, menampakkan sesosok wanita paruh baya cantik dan masih terawat dari luar.

“Kau siapa?”

.

“Saya Kim Jonghyun Presdir dari Perusahaan JH, senang bertemu dengan anda”

“Saya Kim Ki Bum Presdir dari Kim Corp, Senang bertemu dengan anda juga” jawab Key sambil melipat tangannya di dada. SHIT! Istirahatnya harus terganggu karena kedatangan tiba-tiba dari presdir perusahaan JH ini. Oke Kim Jonghyun! Kita lihat! Seberapa hebat kau!

“Jadi, bagaimana menurut anda Kibum-ssi? Anda sudah membaca dan menandatangani Proposal Tender nya?” tanya namja yang bernama Kim Jonghyun itu tanpa sedikit pun mengurangi kadar senyuman nya.

“Eumm,,” gumam Key sambil mengangkat sebelah tangannya ke atas, menerima proposal tender dari tangan taemin yang berdiri tepat di sampingnya.

“Ehmm” gumam Key lagi sambil membuka beberapa lembaran membosankan itu angkuh. “Apa kau bercanda? Investasi saham dari Kim Corp 30%, Investasi saham dari JH 30%, Investasi sponsor 30%”

“Yah, Supaya adil” jawab jonghyun sambil mulai menyeruput pelan black coffee nya, dan lagi-lagi tanpa mengurangi sedikit pun kadar senyum mautnya.

“Saham 30%, Jasa 40%, Barang 20%, Management 10%” ujar Key sambil kembali memperhatikan beberapa angka dengan nominal yang tidak bisa dikatakan kecil itu dengan teliti “Total, 200 milyar won Hmm”

“Otte? Apa kau setuju?” tanya jonghyun dengan sedikit,,, errr,, senyuman sinis?

Key yang menangkap sedikit klise senyuman sinis itu pun menutup proposal itu, melipat tangannya di atas meja, dan menopang dagu lancipnya. Memandang Jonghyun dengan tatapan death nya “Mr. Kim, Apa kau tau persentase perusahaanku?”

“Hmm,, Sejauh yang ku tahu Saham 40%, Barang 30%, Jasa 30%, Management 0%” jawab Jonghyun sambil mulai meniru pose key, ingin coba menantang mungkin?

“yap! Aku tidak suka menaruh perhatian pada hal yang ‘bullshit’ “ ujar Key sambil menekankan tekanan nadanya pada kata ‘bullshit’

“Ahh, Algesseoyo”

“Baiklah, Pikirkan baik-baik kata-kata ku mr. kim. Aku akan memberi mu waktu 3 hari untuk berpikir, Pikirkan seberapa besar rasa menyesalmu nanti jika kau ingin bertanding tender dengan ku.” Ujar Key sambil menarik tangannya dan duduk tegak.

“Aku tidak akan memikirkan rasa menyesal Kibum-ssi. Aku hanya akan memikirkan rasa bahagia”

“Hmm,, Aku suka cara berpikirmu” ujar Key seraya berdiri dan merapikan setelan formal jas nya itu. “Sampai Jumpa 3 hari lagi”

BLAMM

“Cih,, Kau sombong sekali Kim Ki bum.” Ujar Jonghyun sambil meremas kuat tangannya. Tampak ada secercah api murka di dalam pupil mata berkilau itu.

.

.

“Aku suka gayamu hyung” bisik taemin sesaat mereka keluar dari ruangan pertemuan itu.

“Apa kau menemukannya Taemin?”

“Ne, Aku sedikit susah mendapatkannya hyung, butuh sedikit ‘usaha’. Di sini ada bukti kecurangan di tiap tender yang dilakukan perusahaan JH. Tapi selalu terbungkus dengan baik” jawab taemin sambil menyerahkan gadget berwarna hitam dan bercorak buah apple di sisi luarnya pada Key

“Hmm,, Sudah kuduga.” Ujar Key sambil mengamati beberapa hal yang keluar dari layar bersinar gadget itu. “Berapa banyak ‘usaha’ mu itu?”

“100 juta won dan yah, sedikit banyak menguras tenaga bodyguard mu hyung” ujar taemin menyeringai.

Key hanya mengalihkan pandangannya dan menatap heran pada taemin “Sebegitu kuat kah pertahanan mereka?”

“Tentu, Kau tak tahu popularitas JH?”

“Hmm,, Tak perlu” ujar Key mengalihkan wajahnya cuek

“Ku beritahu sesuatu yang unik hyung” ujar Taemin mendekat ke arah Key “Kim Jonghyun terkenal dengan sebutan ‘Most unfogettable’ “

“Most Unforgettable? Sebutan konyol macam apa itu?” ujar Key sambil menatap lagi gadget hitam di tangannya itu.

“Entahlah” ujar Taemin menerawang ke langit-langit.

Rrrrr,,,Rrrrr,,

Merasakan getaran itu, Key pun segera merogoh kantong setelan jasnya dan lagi-lagi harus menghela nafas ketika melihat nama yang tercantum di sana.

“Nugu Hyung?” tanya taemin sambil mencondongkan badan nya “nyonya kim?”

“Hahh,, Yeoboseyo?” ucap key malas

.

.

“Hosshh,, Hossshh,, Hosshh”

BRAAAAAAKKKK

“Oh? Ada apa dengan mu key-ssi?” tanya Min Ji kaget sambil menutup Pintu apartement mereka dengan perlahan.

“Hosssh,, A,,Apa,, Hossh,, Ka,,Kau,, Hossh,, Baik-Baik,, Hossh Saja?”

“Ne. Kau kenapa? Kau habis berlari?” tanya Min Ji sambil mengelap beberapa bulir keringat yang jatuh di pelipis Key. “Ada apa dengannya taemin-ssi?” tanya Min Ji lagi pada taemin yang berjalan tepat di belakang Key.

“Ah,, Kau sudah datang Kibum?” ujar sebuah suara mengangetkan ketiga makhluk itu.

“Eomma,,,”

.

“Ini Minumannya Eomonim” ujar Min Ji sambil menaruh segelas the earl grey hangat di atas Meja tempat dimana kedua mahkluk yang berikatan darah itu duduk berdampingan

“Ah, Ne gumawo Min Ji-ah”

“Cheonmaneyo eomonim. Apa aku harus mengambil White Wine untukmu Key?”

“Ya” ujar Key singkat.

“Bagaimana Kabarmu Taemin?” ujar Wanita paruh baya itu pada Taemin yang berdiri tepat di samping ‘anaknya’ itu.

“A,,Ah,, baik Nyonya” ujar Taemin gugup.

“Jangan panggil aku Nyonya, Seperti Min Ji saja, panggil aku eomonim” ujar wanita itu lagi sambil menyeruput anggun earl grey nya.

“Ah, Ne”

“Apa maksudmu datang kemari eomma?” tanya Key to the point. Sebenarnya ada rasa gundah di hatinya. Jangan bilang kalau eomma nya sudah tau.

“Aku hanya ingin mendatangi apartement anak ku. Apa itu salah Kibum? Lagian sepertinya aku memilih hari baik. Aku mendapat kejutan saat memasuki apartement mu tadi” ujar wanita yang dipanggil eomma sambil menatap tajam key.

DEG,,DEG,,

Hati Key tiba-tiba serasa di sambar petir ketika mendengar kata-kata eomma nya itu. Jangan Bilang,,

“Ah, Dia?? Dia Min Ji pembantu baru Key Hyung eomonim” ujar taemin menimpali. Sepertinya ia perlu menyelamatkan hyungnya kali ini.

“A,,Ah? Benarkah?” tanya eomma Key sambil memindahkan tatapannya ke arah taemin “Sejak kapan kau berani menjawab taemin? Sepertinya kau perlu bersama Min Ji”

“A,,Eh?? Algesseo” ujar Taemin seakan tau maksud perkataan ibu atasannya itu. Beranjak pergi dari sana dan pergi ke dapur mengunjungi Min Ji. Meninggalkan kedua makhluk yang kaku itu sendirian

Heningg,,,

“Min Ji,, Min Ji,, Choi Min Ji,,,” ujar eomma Key berulang-ulang sambil menutup matanya. Seolah sedang menikmati lagu klasik modern zaman Beethoven yang sangat disukainya.

“Katakan maksudmu.” Ucap Key kasar.

“Hmm,, Apa kau tak merasa mengingat sesuatu ketika mendengar nama itu Kibum? Min Ji,, Min Ji,, Choi Min Ji,,,”

“….”

“Kau memang tak mengerti atau pura-pura tak mengerti? Apa,, dia adalah ‘gadis itu’?”

DEGG,,,

Jadi eomma mengenali nya?

 

 

TE- BE- CE

Lalalallalaa,, Begitulah Kiss Me part 2 dari sayaaa,,,

Jangan lupa RCL ya!!!

 

-Mrs. Jinki-

 

 

 

6 thoughts on “[FF CHAPTER] Kiss Me Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s